Diana Gultom

Lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, mulai bergabung dengan debtWATCH Indonesia (dWI) sejak tahun 2006, ketika menjadi salah satu delegasi dari dWI dalam sidang tahunan Bank Dunia/IMF di Singapura dan ARM IFIs di Batam. Sejak itu, Diana bertanggung jawab atas substansi riset yang dilakukan oleh dWI. Beberapa riset yang pernah dipimpinnya adalah riset tentang  Climate Investment Fund di Indonesia (2013-2014),  Safeguards Berbasis HAM (2013), tentang Integrated Water Resources Management/IWRM (2012), Tinjauan tentang Mekanisme Akuntabilitas ADB, Kebijakan Komunikasi Publik ADB, dan Kebijakan Safeguards ADB,  serta riset tentang Dampak Pasar Gandum  bagi Kelompok Marjinal  (2011). Sempat  menjadi International Committee (IC) di NGO Forum on ADB (2012 – 2015), di mana dWI adalah salah satu anggota dari Forum tersebut.  NGO Forum on ADB adalah jaringan organisasi masyarakat sipil yang melakukan pemantauan kebijakan dan aktivitas Asian Development Bank sejak tahun 1992.

Terlibat advokasi untuk memantau  proyek ADB di Indonesia, yaitu proyek ICWRMIP dan turut membantu warga melakukan gugatan warga yang terkena dampak proyek melalui mekanisme internal akuntabilitas ADB. Diana adalah salah satu Fasilitator dWI yang melakukan pelatihan mengenai MDBs di berbagai komunitas dan lembaga.  Diana adalah Mediator dengan sertifikat dari Mahkamah Agung dalam pelatihan Mediasi dan Resolusi Konflik. Beberapa karya tulisnya antara lain: Ocean Deforestation: For Indonesia is not only Forest (2015), Review on Climate Investment Fund in Indonesia (2014), Integrated Water Resources Management (2013). Sekarang menjadi salah satu inisiator dalam gerakan #TanamSaja: Menanam itu Keren” sebuah gerakan menanam pangan untuk ketahanan pangan di tingkat keluarga dan komunitas.