Kliping dan Laporan

Jual Sagu dan Ikan, Beli Mi Instan

Jika sagu sudah habis dan keluarganya belum pangkur sagu, Mathias hanya mengonsumsi mi instan, nasi, atau ikan kaleng. Beras didapat dari bantuan pemerintah enam bulan sekali. Adapun mi instan dan ikan kaleng dibeli keluarganya sendiri.
“Banyak bantuan ke kami. Ada mi dan ikan kaleng. Enak. Kalau ada uang, kami beli,” katanya sambil terkekeh kekeh.

Majority of $17.2 Trillion Covid Stimulus Packages “Doing More Harm Than Good” to Environment

The $17.2 trillion of public stimulus money injected into the global economy to help it recover from Covid-19 continues to have a net negative impact on climate and nature, reveals a research report from Vivid Economics and Finance for Biodiversity (F4B) today. 17 countries including the US, UK and Norway have, however, improved the ‘greenness’ of their stimulus packages in recent months.

Gugurkan SLAPP Sedini Mungkin, Jamin Hak Partisipasin Warga

6 warga korban SLAPP (Strategic Litigation Against Public Participation) dari Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka Belitung yang dikriminalisasi karena memperjuangkan hak atas lingkungan hidupnya dari pencemaran yang terjadi mendapatkan kepastian bahwa jaksa penuntut umum tidak jadi mengajukan kasasi. Sebelumnya, kasus ini telah diputus lepas oleh Pengadilan Tinggi Bangka Belitung dengan nomor perkara 21/Pid/2021/PT BBL.

Utang Indonesia Terus Meningkat dan Over Borrowing, Anggota DPR Berikan Saran Ini

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali meningkat pada Februari 2021. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN pada akhir Februari 2021 sebesar US$ 422,6 miliar. Naik dari US$ 420,7 miliar pada bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan pada bulan Februari 2021 tercatat 4% year on year (yoy). Atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,7% yoy.

Laporan Ancaman Terhadap Pembela HAM Lingkungan Papua tahun 2020

Laporan ini memperlihatkan bagaimana Pembela HAM atas Lingkungan selain berjuang mempertahankan tanah, hutan dan lingkungan tetapi harus menghadapi ancaman yang dilakukan oleh negara dan pelaku bisnis. Negara yang memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada Pembela HAM atas Lingkungan justru terlibat melakukan ancaman hingga berkolaborasi dengan pelaku bisnis. Beban Pembela HAM atas Lingkungan semakin berat akibat kondisi pandemik, pembatasan yang dilakukan pemerintah tidak menghalangi nafsu pelaku bisnis memperluas perampasan sumber kehidupan masyarakat.

Masyarakat Adat Juga Indonesia

Masyarakat Adat Juga Indonesia Masyarakat adat adalah komunitas yang hidup turun temurun, berdaulat atas tanah, kekayaan alam dan sosial budaya di wilayah adat. Pada tahun 2018, tercatat sekitar 70 juta jiwa masyarakat adat, tersebar di 2.371 komunitas adat di indonesia. Namun sayang, 43 persen wilayah adat belum diakui kedaulatannya. Lalu apa yang harus pemerintah lakukan, guna terus melestarikan masyarakat adat, yang ada di Indonesia? Simak dalam video motion berikut ini.

PEREMPUAN ADAT PENJAGA KEBERAGAMAN DAN IDENTITAS BANGSA

Sambutan Menteri PPA dalam Simposium Perempuan Adat ‘Menakar Jaminan Pelindungan Hak Perempuan Adat dalam Kebijakan Pembangunan’ dengan tema ‘Perempuan Adat Penjaga Keberagaman dan Identitas Bangsa

Simak! Inilah 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

Sebagai negara penghasil kelapa sawit terkemuka, Indonesia menjadi markas dari sederet perusahaan sawit yang memilki aset dan pendapatan yang cukup besar. Mayoritas dari perusahaan sawit yang masuk dalam daftar memiliki luas lahan yang mencapai ratusan ribu hektare. Lahan kelapa sawit tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Pulau Sumatra, Kalimantan dan Papua. Selain itu, kesepuluh perusahaan disini sudah berstatus sebagai perusahaan terbuka (publik), sehingga saham mereka sudah bisa diperjualbelikan.

Protokol Kyoto dan Indonesia yang Abai terhadap Masalah Lingkungan

“Protokol Kyoto itu kesepakatan dunia yang menyadari bahwa perubahan iklim disebabkan oleh manusia. Itu penting sekali. Sebelumnya, tidak tahu masalah dari perubahan iklim dan tidak dipedulikan jadi negara-negara itu tidak sepakat. Ada suatu perundingan internasional yang berkesimpulan perubahan iklim terjadi karena manusia.”

Pertemuan tahunan Bank Dunia-IMF 2021 ditunda setahun karena pandemi

Washington (ANTARA) – Kelompok Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan pada Kamis (5/11/2020) bahwa pertemuan tahunan, yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Oktober 2021, akan ditunda selama 12 bulankarena pandemi COVID-19. Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia-IMF biasanya diadakan selama dua tahun berturut-turut di kantor pusat dua lembaga multilateral di Washington D.C. dan setiap tahun ketiga di negara anggota lain, menurut pernyataan bersama, sebagaimana dikutip dari Xinhua.

Scroll to Top