Kliping dan Laporan

Jual Sagu dan Ikan, Beli Mi Instan

Jika sagu sudah habis dan keluarganya belum pangkur sagu, Mathias hanya mengonsumsi mi instan, nasi, atau ikan kaleng. Beras didapat dari bantuan pemerintah enam bulan sekali. Adapun mi instan dan ikan kaleng dibeli keluarganya sendiri.
“Banyak bantuan ke kami. Ada mi dan ikan kaleng. Enak. Kalau ada uang, kami beli,” katanya sambil terkekeh kekeh.

Analisis Berita Citarum

Dapat dikatakan ulasan mengenai isu gender, ataupun isu perempuan sangat minim. Dari para penulis 11 penulis, hanya dua perempuan dan itupun tidak ada satupun yang khusus mengulas dengan perspektif korban. Isu pencemaran, banjir, potensi sda, dan ekonomi menjadi isu terbanyak. Yang menarik Kompas mengulas dengan lengkap sejarah asal-usul Sungai Citarum yang rekam jejaknya telah ada sejak abad 15. Hanya satu artikel yang menyebut langsung proyek ICWRMIP dengan judul “Solusi Terpadu yang (Tak) Terintegrasi” (6 Mei 2011)

Proyek Pengelolaan Sumber Air Citarum Terpadu: Utang Baru dari ADB

Meski proposal belum dibuat, Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan siap menambah pinjaman untuk Indonesia. “ADB selalu siap kalau pemerintah membutuhkan bantuan dan pertambahan angka,” kata External Relations ADB Ayun Sundari. Berdasarkan strategi dan program Bank Pembangunan Asia 2006-2009 untuk Indonesia, ada tiga pinjaman program dan lima pinjaman proyek yang akan diproses tahun ini. Nilai pinjaman itu US$ 1 miliar.

Scroll to Top