Analisis Berita Citarum

Analisis

Analisis Berita Citarum

Koran Kompas selama tiga bulan (Maret – Mei 2011) mengeluarkan serangkaian tulisan mengenai DAS Citarum. Bahan yang berhasil di klipping berjumlah 47 artikel, dari bahan tersebut akan dibuat analisis berita sebagai berikut:

Gambaran Umum

Dapat dikatakan ulasan mengenai isu gender, ataupun isu perempuan sangat minim. Dari para penulis 11 penulis, hanya dua perempuan dan itupun tidak ada satupun yang khusus mengulas dengan perspektif korban. Isu pencemaran, banjir, potensi sda, dan ekonomi menjadi isu terbanyak. Yang menarik Kompas mengulas dengan lengkap sejarah asal-usul Sungai Citarum yang rekam jejaknya telah ada sejak abad 15. Hanya satu artikel yang menyebut langsung proyek ICWRMIP dengan judul  “Solusi Terpadu yang (Tak) Terintegrasi” (6 Mei 2011).

Aliran Sungai Citarum membelah wilayah delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat, rumah bagi 314 jenis burung

Tokoh Masyarakat

Ada enam tokoh masyarakat yang mendapat ulasan dari Kompas yang dianggap berjasa kepada pengembangan masyarakat dan lingkungan dengan komitmen dan dedikasi mereka sendiri. Mereka adalah:

  • Agus Derajat (25 April 2011)

Agus Derajat (44 tahun) adalah Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tarumjaya. Yang bekerja di Pertak 73 Perhutani, kawasan arboretum Wayang Windu, Kecamatan Kertasari, Kab. Bandung yang menjadi hulu Sungai Citarum. Petak 73 menaungi Situ Cisanti, yang berasal dari kumpulan tujuh mata air yang dibendung menjadi danau. (catatan “Situ” dalam bahasa sunda berarti danau, peny).

Dengan jumlah penduduk 66.000 jiwa, Kecamatan Kertasari memiliki luas 15.000 hektar, 1000 hektar diantaranya berstatus hak milik masyarakat. Sisanya terbagi dalam wilayah Perhutaniat atau PT Perkebunan Nusantara –PTPN—VIII. Sekarang, masyarakat memanfaatkan lahan PTPN VIII seluas 1.053 hektar yang telah dianggap habis masa usahanya.

Ketika Agus datang ke wilayah tersebut di tahun 1987, kondisi hutan Gunung Wayang masih rimbun. Maraknya KUT (Kredit Usaha Tani) di tahun 1998, mendorong pembukaan alih fungsi wilayah hutan menjadi lahan sayuran, sampai tahun 2002 perkebunan sayuran telah mencapai lereng gunung, pohon ditebangi dan banyak mata air mati.

Agus, selain guru juga bertani mulai terusik, sehingga dia membangun Forum Petak 73 yang beranggotakan 334 kepala keluarga petani penggarap. Forum ini sepakat untuk menghentikan usaha taninya, asal mendapatkan penggantian sapi perah dari Pemda provinsi Jabar. Pemda menyanggupi dan memberikan bantuan 580 ekor domba.

Akhir tahun 2003 ia terpilih menjadi menjadi ketua LMDH Tarumajaya yang menjadi cikal bakal LMDH Perhutani. LMDH Tarumjaya beranggotakan 786 orang dengan luas wilayah 700 hektar meliputi tujuh petak Perhutani.

  • Asep Sukarsa (27 April 2011)

Asep Sukarsa (42 tahun) adalah pembenih ikan mas di Ciparay, Kabupaten Bandung. Pembenih adalah fondasi dari rantai panjang produksi perikanan darat (Pembenihan: pemijahan-pendederan-pembesaran)

  • Riki Waskito (28 April 2011)
  • Iim Misbah (29 April 2011)

H Iim Misbah (56 thn) adalah ketua kelompok pembudidaya ikan nila (Pokdakan) “Doa Ibu” di KJA (Kolam Jaring Apung) Waduk Cirata

  • Kadi (30 April 2011)om

Kadi (61 tahun)  wargpa kampung Cigangsa, Desa Nangeleng, Kec. Cipeundeuy, Kab. Bandung Barat gula aren yang diolah dari Pohon Enau. Pasar Cipendeuy berjarak sekitar 5 km dari desanya. Sehari ia bis menghasilkan lima bungkus gula merah senilai Rp. 50 sd 100 ribu per bungkus. Untuk mencapai kampungnya bias lewat jalan raya Bandung-Cianjur-Jakarta via Rajamandala masuk jalan kabupaten bandung barat sekitar 15 km melewati kawasan perkebunan hutan jati perum perhutani. Daerah ini merupakan dataran tinggi Jawa Barat bagian tengah, DAS Cimeta, salah satu anak Sungai Citarum. Sekitar 10 km di bawah desa ini terletak Waduk Cirata.

Pohon Enau (Arengga pinnata) atau Tangkal Kawung dalam bahasa sunda adalah pohon konservasi. Kadi menanam pohonnya di kemiringan 15-30 derajat dan mengurus 300 pohon. Selama ini tidak pernah terjadi longsor dan sejenisnya. Akar serabut pohon ini sangat kokoh, dalam, dan tersebar sehingga memiliki fungsi penting bagi penahan erosi tanah. Akar aren juga memiliki kemampuan mengikat air sehingga pohon aren bisa ditanam di daerah yang relatif kering dan tidak perlu perawatan intensif. Nira aren juga bisa dijadikan bahan obat-obatan tradisional, misalnya untuk haid yang tidak teratur, sembelit, sariawan, radang paru-paru, disentri, kepala pusing, dan pemulih badan letih. Cuka dari tuak aren biasa dijadikan bahan ramuan biopestisida, pembasmi serangga hama di huma. Akar muda biasa digunakan untuk pobat kencing batu ginjal, dan akar tuanya untuk bahan obat sakit gigi.

Keluarga Kadi sudah melakukan penanaman selama bertahun-tahun pada lahan seluas tiga hektar di lereng pegunungan, di atas Danau Cirata. Seandainya warga lain, penghuni 560.094 hektar kawasan DAS Citarum bercocok tanam seperti Kadi, maka persoalan erosi dan sedimentasi yang mencapai 10 juta meter kubik per tahun tentunya akan selesai.

  • Johan Iskandar (4 Mei 2011)

Ornitolog (pakar ilmu burung), Johan Iskandar (57 tahun), peneliti pada PPSDAL Unpad. Penelitian tentang Burung di Citarum tercatat dilakukan oleh Hoogerwerf (1948), dan Bastian van Helvoort (1975), kemudian Johan mendata ratusan jenis Citarum, Cimanuk, Citanduy dan Ciliwung (1984). Berdasrkan pantauannya Ciliwung pernah menjadi rumah bagi 314 jenis burung, namun kondisi pencemaran dan hancurnya habitat Citarum membuat mereka hilang. Sekarang masih bisa diidentifikasi burung blekok (Ardeola speciosa) dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis) di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kec. Gedebage, Kota Bandung. Ia mengusulkan adanya perlindungan jenis burung berdasarkan familinya, dan penataan vegetasi tempat hidup burung.

Meeting with walhi jabar.  27/6/2011

Wa dadang, ramses, Diana, among

Masing2 departemen sudah punya kaki di lsm

Bapenas: sdm, taruna mandiri, bina mitra, pkkadas (termasuk didalamnya elingan yg ada deni riswandi yg temenan ama chriss morris), gita citarum (bikin majalah on line, yg mempromosi agenda2 lokal di hulu)

/bbws/Pu: pkkadas, garda caah (rescue yg berbasis komunitas di majalaya dan sekitarnya)

Dephut: forum das,

Mnlh: PT, itb, unpad

Perusahaan: ptpn, sang hyang sri, pupuk kujang, perhutani, jasa tirta, csr ke pt bumn hijau lestari.

LP3ES: bapenas,

GP: elingan dengan LP3ES

DKLTS masuk forum das, ga masuk pekadas (80 komunitas, ini klaimnya deni).

Arum (walhi jabar masuk), psdk, kelompok saguling (akses dana indonesia power)

Forum das ketuanya eka santosa berbasis territorial, orang2 elit yg berbasis individu \. Mungkin mau monotiring

Kehutanan: BP DAS, terus yg suka bikin2 forum das.

Ekspedisi Kompas: independen.

Cikapundung: menjadi ikonnya ayi vivananda

Temen2 arum:

Psdk, walhi, inisiatif, pergerakan, SHI (Deni Abdullah)

Meeting tgl 4 nanti:

  • Tanya soal mekanisme complain/ mekanisme darurat  ke bbws, dan bgmn bbws menjelaskan soal konsep icwrmip dihubungkan dengan … gmn sih cara lo bikin dewan sungai air, ini di ilir udah ada orang digusur, tau bagaimana kontribusi perusahaan/ masyarakat.
  • Mencegah pernyataan berulang: prediksinya adl ini  masuk proyek apa tidak, menjelaskan step step
  • Project administration memoranda dipelajari.  Bgmn hubungannya dengan komen kita di RAR?
  • Jngan sampai mrk menjawab berdasarkan isi dokumen mrk, makanya baca pam di atas.
  • Pelajari dokumen existing
  • Talking Points
  • Komparasi dokumen RMU dengan email Tom yang terakhir
  • Dengan rencana tahun 2009, faktanya ada gap waktu yang jauh dari RMU yang dibuat.  Selama ada gap waktu, banyak terjadi aktivitas di lapangan, dimana ADB ataupun pemerintah tidak mau bertanggung jawab. Orang-orang yang tergusur adalah orang-orang yang masuk dalam daftar OTD RP ICWRMIP.
  • Kalau ini dijalankan, tanggung jawab kepada 872 KK yang diklaim (yang kami merasa itu tidak valid) akan seperti apa?
  • Penyiapan  desain teknis proyek yang direncanakan dapat diselesaikan pada bulan Juli 2011 
    Pembentukan Kelompok Kerja Pemukiman Kembali (Resettlement Working Group) di 3 kabupaten/kota yang sedang berlangsung saat ini (Mei/Juni 2011) 
    Pembaharuan Rencana Pemukiman Kembali disusun berdasarkan desain teknis proyek  (tentatif akan dimulai bulan Juni-Des 2011) 
    Pelaksanaan dari Rencana Pemukiman Kembali, termasuk pelaksanaan program perbaikan matapencaharian (tentatif akan dimulai bulan Januari 2012 -Juni 2013) 
    Pelaksanaan pekerjaan konstruksi (tentatif akan dimulai bulan Juni 2012) 
    Pengawasan secara internal dan eksternal  terhadap pelaksanaan kegiatan  Pembaruah Draf Pemukiman Kembali dan pelaksanaannya (Juni 2011 -Juni 2013)
  • Task Name
  • Project 1 and Parallel Financed Activities
  • Sub Component 2.1 : Rehabilitation of the West Tarum Canal MFF P1 – Balai Besar Wilayah Sungai Citarum – Ministry of Public Works
  • Procurement of Consultants
  • Procurement of consultants
  • Main Activity 1: Detailed Engineering Design
  • Carry out detailed engineering design of WTC rehabilitation
  • Main Activity 2 : Bekasi Syphon works tenders and urgent maintenance
  • Prequalification of contractors for Bekasi syphon Tendering, selection of contractors and contract negotiation for Bekasi syphon Mobilisation, pre-construction survey and setting out for Bekasi syphon Construction supervision for Bekasi syphon
  • Main Activity 3 : Tendering main packages
  • Prequalification of contractors
  • Tendering, selection of contractors and contract negotiation
  • Main Activity 4: Construction of Rehabilitation Works
  • Mobilisation, pre-construction survey and setting out Construction supervision Removal and disposal of sediments from the WTC canal bed, strengthening of embankments Concrete and masonry works Hydro-mechanical equipment procurement and manufacturing Installation of hydro-mechanical equipment Improved O&M support of existing WTC facilities during DED and Construction System level operations distribution planning with water users
  • Water delivery scheduling and M&E Water Quality M&E and updating of exisiting WTC WQ model (PJT II) M&E of conveyance capacity and WQ delivery Priority maintenance work during construction Managing community WSS systems along the WTC Managing the water delivery services with water users participation
  • Estimated Duration
  • 53 months (exclude Procurement)
  • 21months 12months
  • 6 months 3 months
  • 6 months 20months
  • 6 months 12months
  • 6 months 21months 21months
  • 21months 9 months 12months 6 months (interm itent) 53 months (interm itent) 53 months (interm itent) 53 months (interm itent) 53 months (interm itent) 53 months (interm itent) 52 months (interm itent) 52 months (interm itent)
  • Training and workshops
  • Completion Activities: trial (O & M provision during trial), training, provision of guidelines for O & M and handover
  • 1.5.16
  • 1.5.8
  • 1.6     Main Activity 5: Associated Activities
  • Capacity building of PJT II for improved management and operation
  • of WTC
  • 1.7     Main Activity 6 : Data and Information Management
  • 1.6.1
  • 1.7.2  Develop       and/or         Update         WTC  Geographic Inform ation          System s      3         m onths
  • Provide on the job training and support for Geographic based database maintenance and development with integration of spatial planning data
  • 1.8     Main Activity 7 : Safeguards Implementation
  • 1.8.1  Prepare       AM DAL       for      the     Bekasi          works        2008  6         m onths
  • 1.8.2  Prepare       AM DAL       for      the     M ain Works          2009  6        m onths
  • 1.8.3  Environmental      Management         Plan   Implementation    12        m onths
  • Support       for      the     Resettlement         Plan   Implementation
  • 1.9     Main Activity 8 : Community Empowernment
  • Coordination and support for existing local government community empowerment program
  • Kami menyesalkan dengan amat sangat karena sejak semula public participation diignore dan tidak pernah ditanggapi secara serius. Akibatnya semua proses ini tidak lebih dari pemadam kebakaran, termasuk pertemuan hari ini. Karena itu dengan keras kami mempertanyakan perspektif IWRM yang digunakan dalam proyek ini. Padahal public participation adalah core issue dari IWRM.
  • Kami melihat bahwa proyek ini tidak menggunakan IWRM yang salah satu pilarnya adalah public participation.
  • Kami berkesimpulan bahwa ICWRMIP tidak menggunakan IWRM yang mengedepankan Democratic Water Governance.
  • Setelah membaca semua dokumen yang terbuka untuk public melalui website ADB:

1. Partisipasi Publik

  • Kami sudah melihat dokumen-dokumen yang ada, dan langkah yang ada adalah pemadam kebakaran, prediksi kami adalah kasus semacam ini akan terus berlanjut. Having read the PAM (yang isinya juga copy and paste dari beberapa dokumen), kami melihat bahwa cara mengatasinya tambalan, atau asal gusur seperti yang terjadi saat ini.
  •  
  • Pertanyaan kami adalah:
  • Apakah proyek ini memiliki sistem partisipasi beyond grievance mechanism? Bagaimana tanggung jawab proyek ini kepada masyarakat yang sudah menjadi korban?
  •  
  • (tidak terima fact bahwa ini adalah bukan proyek ICWRMIP. Bagaimana mungkin di satu wilayah ada 2 proyek dengan 1 subyek yang sama)
  •  

2. Dewan SDA

Usulan kelompok dlm tripartite meeting: 7/4/2011

Hasanudin:

1.diskusi dengan kami

2. penyampaian complain atau ketidakpuasan agar disampaikan terlebih dahulu dengan bbws

3. saya yakin bhwa segala yang dikhawatirkan oleh pihak arum atau masyarakat akan terkover penyeleaiannya di dalam up dated resettlement framework yg sudah kitasepakatidan kita jadwalkan.

IRM:

  1. Doing the updating and identified the people,
  2. Restoration plan, make sure that people got compensation based on …. Termasuk mereka yg telah tergusur.

Arum:

  1. Kami gelisah; soal resettlement framework yg dijadikan pedoman dan berdasarkan kesepakatan smp saat ini sy tidak tahu basis hokum yg tidakjelas untuk itu apa. Artinya ini hanya kesepakatan, maka kami tidak tahu bagmn akuntabilitasnya spt apa
  2. Bgmn dng nasib korban yg telah tergusur sejak 2009, apakah mrk hrs menunggu 2012?
  3. Kami menolak istilah legal dan illegal bg otd, dan harus tertuang secara jelas dlm rencana2 yg ingin diperbaiki
  4. Metode identifikasi 872 kk ini seperti apa? Yg sampai sekarang tidak terjawab.
  5. Catatan saya: ketika pak hasan bilang lebih baik, sangat penting untuk tidak menunda2 proyek ini, yg terjadi… knp ini terrtunda, ini bukan krn gugatan 3 complainant. Jd waktu yg terbuang sejak hutang ini ditd tangani smpai sekatrang itu adlh persoalan irm dan goi, bukan krn apa yg kita diskusikan pada hari ini.

Nah, jika point 1 – 4 tidak bisa kita selesaikan, tidak rterjawab dengan baik. Maka menurut kami, tidak perlu lagi kita bertemu.

Karin

Ur last statement make evthing is difficult, kalo kita ga bisa resolve 1 – 4,

Penundaan dari pelaksanaan rp itu akan menunda otd untuk menerima hak2nya dr proyek, again concern ospf adalah complain d rap.

Ldr:

Kami punya 4 permintaa yg sebaiknya disegerakan dan dicatatkan sbg tindak lanjut dr proyek ini.

  1. Rf hrs jelas basis hokum/ policynya spt apa (sbg bentuk akuntabilitas)
  2. Respon tg jwb thd masya yg telah lbh dahulu tergusur
  3. Tidak ada pemisahan legal dan illegal
  4. Sudah ada tawaran metode identifikasi 872 kk, tanpa mencederai kepercayaan masyarakat yg telah diberikan yg minta nama mereka tidak di disclose.

Ospf mandate Cuma 2 bh; yaitu no 2 and 4.

Karin

Some of them ara in ospf mandate.

Meeting dengan iwank, tgl. 18 juli 2011

  • 2 banten
  • 3 narsum
  • 2 dwi
  • 1 gp
  • 1 arum
  • 2 (kang ikhsan dan zaki)
  • Peserta
  • Shi, jabar: Deni Jasmara; 1 kab, 1 kota = 3,
  • Psdk: 2
  • Rekapala (das cimanuk, anggota walhi), 1
  • Fk31, forum kader konservasi: 1
  • Pergerakan: 2
  • MPSA: masyarakat peduli sumber air: 1
  • Taruna Mandiri (limbah)
  • Arga wilis
  • Ypbb
  • Inisiatif
  • FKPL

Bawa dr Jakarta:

  • Bawa infokus. .. pergerakan punya, walhi juga punya. ATK (iwang yg cari, bon-nya kasih ke aku)
  • Notulen dkk: laptop sama alat rekamnya dari walhi

Pergerakan:

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Scroll to Top