Opini

Kenapa (bukan) Gandum?

Skenario masuknya gandum ke dalam pasar bahan pangan Indonesia dimulai sejak diberlakukan dan diterimanya program kerjasama ekonomi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat dengan nama program PL480 pada tahun 1969. PL 480 adalah kebijakan pemerintah AS untuk memberikan bantuan komoditas pertanian kepada negara-negara berkembang baik melalui tangan negara atau langsung kepada sektor swasta dengan skema yang bermacam-macam, mulai dari bantuan hibah hingga kredit konsesional. Program bantuan PL480 ini pada awalnya juga dikenal sebagai food for peace program (Program Pangan untuk Perdamaian).

Mendorong Perubahan Paradigma Energi; Dari Energi Fosil Menuju Tata Kelola Energi Terbarukan Ramah Lingkungan

Sejak lama bangsa ini memiliki ketergantungan akut terhadap energi fossil, booming minyak bumi di awal tahun 1970an membuat Indonesia boros terhadap energi fossil, disambung dengan booming batubara di era tahun 1990an membuat abai terhadap upaya pengembangan energi terbarukan. Padahal sebagai energi yang senantiasa tersedia di alam penggunaan energi ini tidak perlu khawatir akan ketersediaan sumbernya karena alam akan secara “bijak” akan memperbaharuinya selama proses, metode dan pengelolaannya dilakukan dengan baik dan benar.

Mengapa SAFEnet dan Komnas HAM tidak bereaksi soal IDI vs JRX?

Dua unggahan JRX di akun instagramnya di atas dan emotikon babi yang dipersoalkan jaksa dalam sidang peradilan yang masih berlangsung ini. Atas kedua unggahan tersebut JRX dijerat pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dan serta merta ditahan sejak tingkat kepolisian tanggal 13 Agustus 2020,

Mie Instan, Paket Bantuan Pangan dan Kedaulatan Pangan

Bantuan Pangan untuk mereka yang terdampak Covid-19 sudah mulai diberikan sejak awal Maret. Gerakan ini mulanya diinisiasikan oleh warga untuk menolong sesama. Di Jakarta, sasaran utama adalah para pengemudi Ojek on line (Ojol) yang drastis kehilangan pendapatan hariannya karena banyak orang memilih berdiam di rumah. Kemudian para tukang sayur, pedagang keliling, maupun mereka yang tidak mampu lagi mencari makan karena sumber kehidupannya terputus.

Scroll to Top