Berita

Siaran Pers

Vonis JRX : Hakim Terjebak didalam Penafsiran “Pasal Karet” UU ITE

Kami menilai bahwa vonis yang dijatuhkan hakim kepada Jerinx tersebut menjadi preseden buruk bagi kondisi penghormatan dan perlindungan Hak atas Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat. Kasus ini sekaligus menambah rentetan panjang korban dari pasal karet UU ITE. Selama ini, korban UU ITE memiliki latar belakang yang terbilang cukup beragam, mulai dari buruh, aktivis/pegiat sosial, mahasiswa, dosen/akademisi dll.

Urgensi Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 9 Agustus. Momen bersejarah bagi Masyarakat Adat ditandai dengan keberhasilan menyuarakan kepentingannya di forum Internasional pada tahun 1994. Pada gilirannya perjuangan Masyarakat Adat di dalam pertemuan global mendorong adanya Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Adat (UNDRIP, United Nations Declarations on the Rights of Indigenous Peoples).

Letter on Debt Justice-Global Week Of Action For Debt Cancellation October 10-17

The Covid19 pandemic has severely impacted on the health, safety and survival of hundreds of millions of people. Communities worldwide are being pushed deeper into poverty, precarious existence and inequality – with the massive loss of paid and self employment and Livelihoods and further limiting of access to food, water and sanitation, adequate housing, education, health service and other basic needs.

ARUM’s Advocacy on ADB Project- Integrated Citarum Water Resource Management Investment Project (ICWRMIP) – up date

People’s Alliance for Citarum (ARUM) is a network of Civil Society Organizations and Individual who concern upon the livelihood of Citarum River, so that this river could be used for the people’s welfare, as mandated on Indonesian Constitution article 33 (UUD 1945). ARUM has done monitoring to ICWRMIP since February 2008, and have contacted our National Planning Bureau, Ministry of Public Works, Office on Citarum River (BBWS), and also ADB management as efforts in gaining information related to the ICWRMIP planning of project implementation.

Press Release; “Management is not effective, ADB is delaying the loan disbursement for Citarum River project (ICWRMIP) “

The eyes of the international and national levels are currently focused on the Citarum as the longest “dustbin” in the world and need of immediate action. Unfortunately, the government’s program to rehabilitate the Citarum watershed is still in an unclear orientation, even tends tmerely securing the water supply for Jakarta. ICWRMIP (Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program) as one way to address these issues has been designed by the National Development Planning Agency (Bappenas) and Asian Development Bank (ADB) since 2005. Subsequently in December 2008, the ADB Board of Directors approved funding scheme (read: debt) amounted to 500 million USD. The program is being divided into 4 tranches for the next 15 years through Multitranche Financing Facility (MFF). In 2009, the first tranche of the loan of Rp. 50 billion was disbursed.

Siaran Pers; “Pengelolaan tidak Efektif, ADB menunda kucuran hutang untuk proyek Citarum (ICWRMIP)”

Mata dunia Internasional dan nasional saat ini sedang tertuju pada Citarum sebagai “tempat sampah” terpanjang di dunia dan membutuhkan upaya perbaikan segera. Sayangnya, program yang dilakukan pemerintah dalam merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum masih tidak jelas orientasinya, bahkan terindikasi hanya semata-mata untuk mengamankan pasokan air bersih bagi operator swasta pengelola layanan air minum Jakarta. ICWRMIP (Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program) sebagai salah satu cara untuk menjawab persoalan tersebut telah dicanangkan oleh Bappenas dan Asian Development Bank (ADB) sejak tahun 2005. Selanjutnya pada tahun Desember 2008, Dewan Direktur ADB menyetujui skema pendanaan (baca: hutang) sebesar 500 juta USD.

Petisi; Pesan untuk Dewan Direktur Bank Pembangunan Asia (ADB): Agar tidak menyetujui ICWRMIP (Integrated Citarum Water Resource Management Investment Program) sampai terjadi perbaikan-perbaikan yang terukur.

Petisi

Pesan untuk Dewan Direktur Bank Pembangunan Asia (ADB): Agar tidak menyetujui ICWRMIP (Integrated Citarum Water Resource Management Investment Program) sampai terjadi perbaikan-perbaikan yang terukur.

Dokumen-dokumen pelindung dan persiapan proyek tidak sesuai dengan kebijakan-kebijakan ADB sendiri. Resiko sosial jauh lebih besar daripada potensi keuntungan dari rencana hutang ini.

Scroll to Top