Aflina Mustafainah

Bergabung dengan debtWATCH Indonesia sejak tahun 2004 ketika mengikuti  Sekolah Multilateral Development Banks (MDBs) yang digagas oleh debtWATCH Indonesia. Di mana sekolah ini memberikan pemahaman dasar dalam memahami globalisasi ekonomi. Pengetahuan tentang Neoliberalisme yang melahirkan beberapa tokoh pemikir ekonomi yang menggiring perubahan regulasi suatu negara, memasifkan dan menseragamkan produksi serta memprivatisasi milik negara menjadi milik korporasi. Perubahan ini menjadi lingkaran ekonomi dunia yang berdampak  pada kerentanan hidup orang banyak karena hajat hidupnya dibuat bergantung pada penguasa pasar. Tahun 2006 melakukan pendidikan globalisasi ekonomi untuk 25 fasilitator Diskusi  Kampung di Sulawesi Selatan. Lalu membantu Solidaritas Perempuan melakukan pemantauan aliran dana utang Asian Development Bank (ADB) dalam proyek-proyek yang berdampak pada kekerasan terhadap perempuan. Salah satu yang dipantau adalah Madrasah Education Development Project (MEDP).

Menyelesaikan pendidikan S2 di Kajian Wanita, Universitas Indonesia (2004), Pino demikian ia biasa disapa,  pernah menjadi   Koordinator Jaring Pemantau Bencana Makassar (2009 – 2011). Salah satu kerjanya mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan Peraturan Gubernur pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagaimana mandat UU Penanggulangan Bencana. Pada saat yang sama sempat menjadi Sekretaris Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (2006-2011), dengan membangun kekuatan 4.000 massa perempuan kritis di 14 Kabupaten/ Kota se provinsi Sulawesi Selatan. Juga melakukan advokasi di 18 isu kritis diantaranya perempuan adat, perempuan disabilitas, dan perempuan lesbian dan transgender. Sekarang ia bekerja sebagai asisten koordinator divisi Pemantauan di  Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap perempuan (Komnas Perempuan) dan bekerja di beberapa isu konflik lingkungan, perempuan adat, penyiksaan perempuan dalam tahanan dan serupa tahanan, pemilu, dan kelompok rentan.