Tentang Kami

Latar Belakang
debtWATCH Indonesia (dWI) didirikan tahun 1999 oleh enam orang aktivis yang terlibat dalam pemantauan dampak globalisasi dan utang luar negeri. Sebagai organisasi nirlaba tujuan yang ingin dicapai adalah untuk membangun pengawasan sosial masyarakat dalam pengelolaan dana publik, untuk melakukan pendidikan populer tentang globalisasi dan utang luar negeri, dan untuk membangun jaringan komunitas di tingkat nasional dan region Asia-Pasifik untuk isu globalisasi dan utang luar negeri. Sejak awal berdirinya debtWATCH Indonesia telah melakukan pelatihan dan pendidikan untuk masyarakat, aktivis, dan kelompok perempuan. dWI membangun focal point dari masyarakat sampai aktivis untuk pelatihan Economic Literacy, menghasilkan Modul Pelatihan untuk Pelatih, beberapa publikasi dan film pendek tentang globalisasi dan dampaknya bagi penghidupan masyarakat.

Nilai
debtWATCH Indonesia adalah organisasi non-profit yang berfungsi sebagai elemen pendukung untuk membangun pemikiran kritis masyarakat akan dampak globalisasi ekonomi dan utang luar negeri melalui pendidikan populer. Didalam aktivitasnya, debtWATCH Indonesia mendorong penerapan transparansi, demokrasi, profesionalitas, dan mendorong pemenuhan hak-hak masyarakat.

Aktivitas Kami 

  • Advocacy on International Financial Institutions project and policies: melakukan advokasi atas kegiatan lembaga2 keuangan internasional yang berdampak buruk bagi kehidupan sosial, lingkungan dan masyarakat rentan. Mendorong akuntabilitas IFIs untuk menjalankan good governance melalui penguatan safeguards, termasuk kampanye tentang ecological debts dan odious debts.
  • Identified organized crime: Berbagai macam produk yang dikenal dan dikonsumsi secara masif oleh publik kebanyakan merupakan hasil dari kerja sama global yang rumit. debtWATCH Indonesia memastikan agar kerja sama global tersebut tidaklah merugikan kepentingan publik, dengan melakukan investigasi praktik curang dan membuat laporan hasil investigasi tersebut. Salah satu yang dipantau adalah praktik curang dalam pengadaan pangan dunia.
  • Food Sovereignity: kampanye food souveregnity dilakukan unttuk menandingi praktik curang dalam pengadaan pangan dunia, yang berimbas juga ke kondisi di Indonesia. food souveregnity menghargai pasokan pangan lokal, sehingga menempatkan produsen pangan (petani dan nelayan) sebagai subyek pembangunan.
  • Education on Economic Globalization: Masyarakat perlu memahami cara-cara kerja lembaga keuangan internasional, dan ekonomi kapitalis yang mewadahinya. Ilmu ekonomi tidak boleh hanya menjadi ilmu yang dikuasai para elit mengingat kebijakan di bidang ekonomi akan mempengaruhi kehidupan orang banyak. Oleh karena itu debtWATCH Indonesia membangun kurikulum pendidikan tentang economic globalization sebagai bahan ajar bagi publik, dan melakukan pendidikan publik. Kami sudah melakukan pendidikan ini sejak tahun 2000.
  • Forest: penerapan safeguards dalam forest management; riset tentang perkebunan sawit.
  • Coastal Ecosystem and Communities: isu kelautan merupakan isu yang tidak cukup mendapat perhatian penuh dari kelompok pembela lingkungan dan HAM, karena itu empat tahun belakangan ini debtWATCH Indonesia membangun perhatian akan masalah deforetasi bawah laut yang meliputi, kawasan pesisir, hutan mangrove, padang lamun, terumbu karang dan … serta mendorong kesadaran tentang pentingnya perhitungan seascape.